100 Hari Kerja Gubernur Baru, Apa Perubahan Untuk Jakarta?

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

 

Setelah melewati situasi politik yang panjang dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu, akhirnya terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dilantik pada 16 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo, maka genap 100 hari masa kepimpinan Anies-Sandi pada 23 Januari 2018. Lantas, apa saja janji yang ditawarkan dalam 100 hari memimpin ibukota? Bagaimana upaya realisasi janji-janji kampanye? Dan apakah perubahan itu telah hadir?

Seperti yang telah disampaikan oleh Anies-Sandi pada saat masa kampanye untuk 100 hari kepemimpinanya akan memfokuskan pada 3 hal: Pertama, melakukan rekonsiliasi berbagai golongan warga DKI Jakarta selepas Pilkada 2017 untuk memastikan lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang kondusif.  Kedua, fokus pada langkah-langkah awal dalam memenuhi program kerja prioritas Anies-Sandi dalam 3 bidang yang mencakup lapangan kerja (untuk menciptakan wirausahawan baru dan menciptakan lapangan kerja), pendidikan (untuk mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua), dan biaya hidup (rumah DP Rp.0, OK OTrip, dan OK O-Care). Ketiga, mengkonsolidasikan birokrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Berbagai terobosan kebijakan dan program telah dilaksanakan oleh Anies-Sandi, kemudian yang harus menjadi perhatian bersama, apakah masyarakat Jakarta telah merasakan dengan baik janji prioritas 100 hari kepemimpinan Gubernur-Wakil Bubernur baru?

Memang dalam perjalanan, setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh Anies-Sandi banyak menemukan pro dan kontra. Sebut saja kebijakan tolak reklamasi teluk Jakarta, penataan PKL (Pedagang Kaki Lima) kawasan Tanah Abang, kembali diperbolehkannya sepeda motor melewati jalan protokol, DP hunian 0 rupiah, dan rencana diperbolehkannya becak untuk kembali beroperasi di jalanan Ibukota.

Tentu dalam hal ini kita sangat menunggu realiasi dalam mewujudkan kota Jakarta yang berkemanusiaan, berkeadilan, dan sejahtera. Sebagai jantung negara, Jakarta merupakan cerminan dari wajah Indonesia serta menjadi sebuah Indikator kemajuan dan kesejahterahan bangsa. Sehingga kita tentu berharap Jakarta mampu membawa perubahan kea rah yang lebih baik.

Tentu waktu 100 hari kerja tidak cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada, tetapi menjadi sebuah acuan indikator dan penilaian awal rakyat Jakarta apakah Anies-Sandi mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut dalam masa kepemimpinannya.

Kita menunggu apakah reklamasi yang tidak memiliki kepentingan untuk rakyat kecil akan tegas dihentikan? Apakah Gubernur-Wakil Gubernur mampu menghilangkan kesenjangan ekonomi? Begitupun dalam mengatasi kemacetan dan banjir.  Jika berbagai janji telah terucapkan tentu kita sebagai rakyat Jakarta dan Indonesia menuntut berbagai terobosan dan kebijakan untuk kemajuan kota dan masyarakat Jakarta. (fa)