Debat Becak di Ibukota

Sumber Gambar: Google

Sejak tahun 1936 transportasi becak mulai beroperasi di Jakarta sebanyak 3.600 unit. Namun pada tahun 1970 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mengeluarkan intruksi untuk melarang memproduksi dan memasukan becak ke Jakarta, dan sejak april 1990 resmi dilarang beroperasi di ibu kota yang ditetapkan melalui Perda No. 11/1998. Sedangka pada 1998 di saat krisis melanda Indonesia becak kembali diizinkan beroperasi di Jakarta di era gubernur DKI Soetiyoso tetapi setelah 7 hari kebijakan tersebut ditarik kembali.

Sumber Gambar: Google

Kini di tahun 2018 diera Gubernur Anies Baswedan setelah 100 Hari memimpin kota Jakarta, berbagai trobosan kebijakan telah dikeluarkan, termasuk mengenai diperbolehkannya kembali becak beroperasi di Jakarta. Tentu dalam jangka waktu yang masih awal ini diharapkan program yang disusun dan kebijakan yang dikeluarkan berpihak kepada rakyat kecil Jakarta. Banyak program yang disusun oleh gubernur baru, namun kembali juga tak jarang menuai perdebatan di kalangan warga Jakarta, begitu pun becak.

Niatan Anies membuka rute khusus becak dianggap bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Padahal sebelumnya mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tahun 1998 pernah mengeluarkan izin beroperasinya becak di Ibukota hanya seminggu setelah itu dicabut kembali karena alasan menimbulkan persoalan baru.

Beberapa kalangan menilai kebijakan ini akan memicu polemik baru untuk Jakarta, seperti terjadinya urbanisasi, kesemrawutan transportasi, dan konflik sosial. Menurut Anies, becak masih menjadi kendaraan yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta yakni ibu-ibu yang baru pulang dari pasar dengan sejumlah barang belanja. Selain itu kesejahteraan pengendara becak juga menjadi pertimbangan dan menegaskan jika kembali beroperasinya becak di Jakarta bukan untuk transportasi konvensional seperti zaman dahulu. Becak hanya diperuntukkan sebagai wisata.

Anies juga meminta publik tidak membayangkan Jakarta era tahun 1970 atau 1980-an ketika mendengar kata becak. Sebab kini kondisi Jakarta sudah jauh lebih maju dengan ragam alternatif transportasi umum. Anies menyatakan becak tidak akan beroperasi di jalan raya, sehingga kekhawatiran yang ditakutkan dipastikan tidak akan terjadi.
Sedangkan kalangan lain menilai bahwa mereka yang menolak adanya becak adalah mereka yang benci orang miskin dan bukan anti-kemiskinan.

Meski mendapat banyak kritik, Anies tetap bersikukuh tentang rencananya itu. Menurutnya, izin operasional becak penting dilaksanakan karena Jakarta bukan milik sebagian orang saja, dia beranggapan bahwa banyak masyarakat yang masih membutuhkan moda transportasi becak ini. Maka menjadi menarik untuk kita tunggu bagaimana kelanjutan dari pro dan kontra becak ini, apakah hanya sekedar wacana atau benar-benar diperbolehkan beroperasi? (fa)

Rate this article!
Debat Becak di Ibukota,5 / 5 ( 1votes )