Demokrasi dan Budaya Baca

Sumber : Google.com

Pernahkah kita sadari bahwa demokrasi yang diterapkan di Indonesia mengalami kegagalan? Dimulai dari masuknya masyarakat Indonesia dalam parlemen saat pemerintahan kolonial, Demokrasi Gotong Royong dan Demokrasi Terpimpin kala Presiden Soekarno memimpin, demokrasi Pancasila saat tirani Soeharto di pucuk pimpinan, hingga jatuh kala tahun 1998 dan reformasi saat ini. Dalam buku Mereka Besar Karena Membaca, Yudi Latif berkata bahwa demokrasi di Indonesia hanya sebatas fashion, pencitraan, ketimbang membawa perubahan fundamental dan substantif.

Syarat berjalannya demokrasi adalah partisipasi masyarakat. Hal ini dapat berjalan manakala isi kepala masyarakat sudah terisi dengan pengetahuan yang menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Demokrasi tanpa partisipasi akan menjadikan masyarakat sebagai kuli-kuli politik demokrasi. Partisipasi sendiri adalah kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian pembangunan.

Demokrasi tanpa partisipasi akan menghasilkan mobilisasi. Ketika partisipasi memperlakukan manusia sebagai tuan dari pembangunan, maka mobilisasi menjadikan manusia sebagai kuli dari pembangunan. Hal ini bisa terjadi karena proses pendidikan saat ini belum membawa masyarakat Indonesia menjadi gemar membaca. Karena mengukur terdidik atau tidaknya suatu bangsa salah satunya dapat di lihat dari budaya membaca. Kemajuan suatu bangsa diukur dari budaya baca. Negara yang memiliki budaya baca tinggi akan berhasil dalam membangun sistem demokrasi. Karena setiap elemen masyarakat saling bahu membahu menyusun bangunan peradaban.

Budaya tidak mau membaca adalah penyakit yang sangat serius dan sangat mematikan. Karena budaya baca adalah sebuah landasan pembangunan demokrasi. Bukan hanya pembangunan demokrasi saja. Pilar-pilar pembangunan terutama ekonomi, politik, dan pendidikan, tidak akan berdiri tegak dengan kokoh. Secara tidak langsung, budaya baca merupakan pondasi awal maju suatu bangsa.

“Tanpa di landasan dengan budaya baca, kita hanya akan membangun demokrasi di atas awan. Bukan demokrasi impian yang akan kita dapatkan, tetapi hanya bermimpi demokrasi” – Suherman

Rate this article!
Demokrasi dan Budaya Baca,5 / 5 ( 2votes )
Tags: