Dewan Pertimbangan Forum Rektor Melarang LGBT di Kampus

 

Ravik Karsidi & Rochmat Wahab

KanalMahasiswa.Com – Setelah Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir yang melarang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), kali ini Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) 2016, Ravik Karsidi juga turut melarang LGBT masuk kampus.

Dilansir oleh Republika, bahwa ia mengakui adanya pernyataan normatif pro dan kontra di masyarakat terkait LGBT, namun ia berujar, “saya harapkan praktik seperti ini jangan sampai terjadi di kampus atau dilakukan oleh warga kampus di manapun.”

Menurutnya, meskipun ada pihak yang mendukung LGBT namun hal tersebut tetaplah salah. Sebab, secara norma agama, LGBT tetap merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan. “Harapannya pendalaman agama kita semakin baik sehingga bisa menghindari penyimpangan yang dilarang,” ujarnya lagi.

Sebelum Ravik, Ketua Forum Rektor Indonesia Rochmat Wahab juga menyampaikan penolakannya terhadap LGBT. “Kita dukung sepenuhnya LGBT tidak beroperasi di kampus. Tapi, kalau di luar, itu sudah bukan jadi kewenangan kita,” tegasnya.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta ini menjelaskan, penyimpangan terhadap norma di kampus tidak dapat diterima. Sebab, perguruan tinggi sendiri memiliki aturan dan regulasi yang harus diikuti. Menurutnya, LGBT menjadi salah satu topik utama yang masuk ke dalam bahasan pendidikan karakter.

“Ini tentunya jadi perhatian kami. Sebab, ini merupakan masalah serius yang harus ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ibarat penyakit, LGBT harus disembuhkan dan juga harus dijauhkan dari yang lain agar tidak menular. “Hal ini dilakukan, utamanya untuk mencegah LGBT. Supaya yang masih normal tidak tertular,” katanya.

Rochmat pun berharap agar seluruh mahasiswa se-Indonesia dapat memahami dan memilah perilaku yang benar dan salah sehingga bisa menghindari hal-hal yang menyebabkan kelainan psikologis dan seks menyimpang.

 

 

Tags: