GARUDA MULAWARMAN TOLAK MOU PERBANTUAN TNI KEPADA POLRI

Tepatnya Jumat (09/02), Aliansi Garuda Mulawarman gelar aksi atas polemik MoU Perbantuan TNI kepada Polri. Bertempat di Simpang Empat Lembuswana, Samarinda, aksi ini dilakukan sebagai pernyataan sikap Mahasiswa tolak MoU Perbantuan TNI kepada Polri.

Sedikit menilik isi MoU ini, terdapat perjajian yang menyatakan bahwa TNI akan memberikan bantuan saat menghadapi unjuk rasa, mogok kerja, konflik sosial dan lain lain. Secara Eksplisit terlihat sama sekali tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan bernegara, namun jika dibahas lebih jauh nota kesepemahaman ini dapat disebut sebagai pembungkaman dan pengebirian aspirasi mahasiswa. Lain hal, MoU itu akan menguatkan militerisme dan bertentangan dengan semangat penghapusan Dwi Fungsi ABRI yang diperjuangkan dan menjadi cita-cita reformasi.

“Rindu itu memang berat. Tapi kami tidak merindukan zaman orde baru yang penuh akan pengekangan. Jelas, ini menghianati cita-cita Reformasi dan bukti nyata pemerintah untuk mengebiri gerakan mahasiswa untuk melapangkan kekuasaan.”, tukas Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB dari Universitas Mulawarman.

Pembungkaman, pengebirian aspirasi, hingga dihidupkannya kembali Dwi Fungsi ABRI merupakan suatu hal yang tidak diinginkan lagi. Jangan sampai ada Reformasi Jilid 2. Yang mengaku dirinya sebagai mahasiswa, sudah saatnya kita bergerak, sudah saatnya kita ambil sikap, atau mungkin hanya ingin jadi penonton perubahan sejarah peradaban?

Hidup adalah pilihan. Mau bergerak atau tergantikan oleh perubahan zaman?