Ilmu Padi dan Ilmu Matahari

padi matahari

Kita pasti sering mendengar pepatah atau nasihat atau apalah itu yang bunyinya, “Jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk.”. Maksudnya adalah semakin pintar dan keren seseorang, seharusnya semakin merunduk, semakin rendah hati. Tapi bagi saya, kita perlu hati-hati dalam memaknai pepatah ini. Salah-salah justru bisa merugi.

Banyak orang pintar, jago dalam satu bidang, tapi dia tidak mau memperlihatkan potensinya di depan publik. Ada yang jago menulis tapi tidak mau mempublikasikan tulisannya, ada yang jago ceramah tapi tidak mau memberikan pembimbingan bagi orang lain yang membutuhkan pencerahan, ada yang jago bahasa Inggris tapi tidak mau berbagi kemampuan, dan masih banyak lagi.

Mereka takut menonjolkan diri. Mereka takut dikatakan ‘sok jago’, ‘belagu’, atau ‘sombong’. Ya, karena mereka menganggap semakin berisi seharusnya semakin merunduk. Hehe.

Bagi saya ini sikap yang kurang pas. Potensi yang sudah Allah berikan pada kita seharusnya bisa kita perlihatkan kepada orang-orang dalam bentuk karya, tanpa perlu malu apalagi takut. Biarkanlah orang lain tau, tunjukkan diri anda, karena itu adalah anugerah yang seharusnya kita gunakan untuk bermanfaat bagi banyak orang.

Di sinilah berlaku ilmu matahari, ya, ilmu matahari. Jika kita memiliki potensi atau keahlian maka tunjukkanlah, pancarkanlah sinar potensi yang kita miliki agar menjadi kemilau bagi banyak orang. Sebagaimana matahari yang selalu muncul dari peraduannya, naik ke atas, dan menyinari seisi bumi. Kalau matahari malu-malu menampakkan diri, apa bisa kita mengetahui dan merasakan bahwa itu adalah matahari? Tentu tidak. Hehe

Jangan sampai kita menjadi manusia yang kufur nikmat, tidak bersyukur. Allah sudah berikan potensi dan kelebihan, maka gunakanlah anugerah itu untuk bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sudah jelas bahwa “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”?

Barulah, saat potensi kita menanjak, meledak, membadai, dan sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, menginspirasi dan mencerahkan banyak orang di muka bumi, saat itulah ilmu padi kita gunakan. Rendahkan hati walau sudah ahli. Turunkan ego saat anda diakui sebagai manusia yang jago.

Jadi, bagi saya, ilmu padi tidak bisa berdiri sendirian. Ia akan selalu berjodoh dengan ilmu matahari. Gunakan pada saat, kondisi, dan ukuran yang tepat agar semua yang ada berjalan di atas rata-rata dengan potensinya masing-masing.

 

Agus Budiyanto

(Direktur Yayasan Indonesia Tangguh)

Rate this article!
Ilmu Padi dan Ilmu Matahari,4.33 / 5 ( 3votes )
Tags: