KALEIDOSKOP PERGERAKAN MAHASISWA 2017

DSC_0004

 

Tidak dapat dipungkiri peran mahasiswa menjadi begitu penting dalam sejarah perjuangan Indonesia dari masa ke masa. Dengan ketajaman intelektual, idealisme, sifat kritis, serta energi yang meluap, mahasiswa selalu identik dengan perubahan sosial di masyarakat. Terlebih dengan sederet titel sosial, agent of change dan social control, mahasiswa menjadi representatif bagi rakyat dalam mengaspirasi tuntutan. Oleh karenanya, tuntutan mahasiswa adalah tuntutan rakyat, tuntutan atas nama rakyat Indonesia.

Tahun 2017 telah berakhir, banyaknya gejolak sosial politik yang terjadi di Indonesia  selama tahun 2017 memaksa mahasiswa untuk sering turun ke jalan. Berikut ini kami rangkum beberapa pergerakan mahasiswa di tahun 2017.

  1. 12 Januari, Aksi Bela Rakyat 121

Aksi Bela Rakyat 121 yang dilakukan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) digelar serentak di 19 titik wilayah Indonesia, antara lain : Aceh, Padang, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Mataram, Gorontalo, Merauke. Aksi ini ada sebagai wujud kritis mahasiswa atas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat. Beberapa diantaranya ialah saat terjadi kenaikan tarif dasar listrik, biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), hingga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

  1. 9 Maret, Aksi Kawal Sidang Mega Proyek KTP-el

Aliansi BEM SI Wilayah Se-Jabodetabek-Banten menggelar aksi di Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan. Aksi diikuti oleh beberapa universitas wilayah Se-Jabodetabek-Banten diantaranya UNJ, STT PLN, UI, IPB, STEI SEBI, STEI Hidayatullah, UPN Veteran, PNJ, Polimedia Jakarta, dan ST Al-Aqidah. Massa aksi menuntut KPK mengusut tuntas kasus korupsi dimulai dari beberapa kasus terdahulu, seperti kasus BLBI, Kasus Bank Century hingga kasus mega proyek KTP-el.

  1. 16 Maret, Aksi Pengawalan Sidang Putusan Reklamasi Pulau F, I, K

Sidang putusan reklamasi berhasil memenangkan gugatan nelayan tradisional dan pembela lingkungan hidup dan HAM. Sidang putusan reklamasi ini dikawal oleh mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh JaBodetabek (BSJB), diantaranya UNJ, IPB, dan STEI SEBI.

  1. 20 Maret, Aksi Solidaritas Kendeng

Mahasiswa kembali hadir bersama rakyat dalam tajuk Aksi Solidaritas Bersama Petani Kendeng. Aksi kali ini dilakukan dalam rangka menuntut diberhentikannya pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Aksi dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Aksi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Kampus di Jabodetabek-Banten, yang tergabung dalam aliansi BEM SI, di antaranya UNJ, STEI SEBI, PNJ, STIE Hidayatullah, UI, dan YARSI, juga rakyat dari berbagai komunitas.

  1. 7 April, Aksi Tolak Reklamasi

Aksi kali ini dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa atas dukungan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang melakukan banding terhadap sidang putusan reklamasi pulau F, I, K pada tanggal 16 Maret.

  1. 22 Mei, Aksi Harkitnas

Aksi kali ini bertajuk “Kebangkitan Bagian Dari Perubahan”. Aksi yang berskala nasional ini digelar oleh BEM SI di lingkungan Istana Kemerdekaan. Ribuan massa aksi yang terdiri atas buruh dan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, datang berbondong-bondong untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Aksi Harkitnas membawa tujuh gugatan rakyat (Tugu Rakyat). Namun, lagi-lagi mahasiswa harus menelan kekecewaan atas ketidakpedulian Presiden Jokowi. Terlebih, sikap represif yang ditunjukan oleh aparat negara. Sangat disayangkan mata dan telinga hadirin yang hadir harus dibungkam karena ketidakpedulian yang ditunjukkan.

  1. 25 September, Aksi Hari Tani

Dalam memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September. Aliansi BEM SI Wilayah se-Jabodetabek Banten yang dihadiri oleh IPB, AKA Bogor, STEI Tazkia, STEI Hidayatullah, UNJ, PNJ, STEI SEBI, STT PLN menggelar aksi untuk menuntut Jokowi-JK memenuhi janji NAWACITA untuk merealisaisikan reforma agraria di tahun kepemimpinannya.

  1. 20 Oktober, Aksi Tiga Tahun Jokowi-JK

Aksi 3 tahun Jokowi-JK adalah aksi tahunan mahasiswa dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai The Agent of Sosial Control. Aksi mahasiswa biasanya akan melakukan audiensi ke dalam istana negara. Namun, kali ini berbeda. Merasa selalu diacuhkan dan selalu menebar janji manis, mahasiswa tidak melakukan audiensi ke dalam istana negara. Mahasiswa berkeras menunggu Presiden Jokowi, namun yang ditunggu tak kunjung hadir.

Gerakan mahasiswa tampaknya memang sudah menjadi tuntutan zaman. Keberadaannya timbul tenggelam dalam pergolakan bangsa yang ingin menata kehidupan demokrasinya ke arah yang lebih baik. Banyak kalangan menilai gerakan mahasiswa tak lagi tajam. Mahasiswa melakukan aksi hanya sekedar untuk memenuhi tugas dan kewajiban. Namun, beda zaman beda tantangan. Gerakan mahasiswa mengalami pasang surut, tercapai atau tidaknya tujuan gerakan sangat tergantung pada metode dan strategi gerakan yang digunakan. Aksi paling akhir yang dilakukan mahasiswa yaitu aksi tiga tahun Jokowi-JK yang berujung pada ditangkapnya beberapa aktivis mahasiswa. Presiden yang tak kunjung menengok membuat mahasiswa bertahan di depan istana. Aparatur negara yang bertugas mengawal massa aksi menggunakan cara-cara yang tidak semestinya untuk melakukan pembubaran massa aksi. Tindakan sewenang-wenang aparatur negara malah menimbulkan masalah baru dalam sejarah pergerakan mahasiswa.

Begitulah gambaran dinamika pergerakan mahasiswa selama tahun 2017. Kedepannya, mari berharap tahun 2018 menjadi momentum bagi pergerakan mahasiswa untuk  membawa perubahan yang nyata untuk rakyat. Lain hal, mari bersama kita kawal jalannya roda pemerintahan agar tercipta suatu kehidupan rakyat yang aman, harmonis, sejahtera, adil, dan makmur. (lm)

Rate this article!
Tags: