KAMMI: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tidak Efisien

images (9)

KanalMahasiswa.com – Kegaduhan demi kegaduhan terus ditampakkan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Kegaduhan sering kali timbul karena kurangnya analisa mendalam membuat sebuah program. Salah satu proyek kegaduhan pemerintahan saat ini adalah pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menurut Jokowi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian indonesia terus menuai kritik dari berbagai pihak tidak terkecuali Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Melalui website resminya kammi.or.id, Pengurus Pusat KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) justru menilai berbeda. Kereta api cepat yang dibangun hanya dengan jangkauan Jakarta – Bandung dinilai PP KAMMI tidak efektif dan terkesan proyekan kongkalingkong dengan asing belaka.

“Jika pemerintah serius berbicara soal efisiensikan ekonomi, maka lipat jarak ujung barat jawa dan ujung timur jawa, maksudnya setidaknya jarak kereta api cepat tersebut antara Jakarta – Surabaya.” Kartika Nur Rakhman Ketua Umum PP KAMMI

Pihaknya menambahkan, kesannya Kementerian BUMN dagang sapi dan bermain proyekan

“Pemerintah saat ini terutama melalui Kementerian BUMN terkesan dagang sapi, hobby jual sana jual sini kepada asing, proyekan sana proyekan sini, gadai pula. Jokowi cukup jadi tukang pantau nya, cek cek, dan nonton.”, tambah Kartika

Ketua Bidang Ekonomi PP KAMMI, Barri Pratama turut berpendapat dalam proyek tersebut tidak visioner dalam pengembangan ekonomi lokal.

“Proyek senilai US$ 5,5 miliar tersebut tidak visioner dalam pengembangan ekonomi lokal. Kereta cepat Jakarta – Bandung kurang bisa optimal guna mobilisasi orang terutama mobilisasi barang yang erat kaitannya guna pembangunan ekonomi.”, papar Barri.

KAMMI, dijelaskan oleh Barri pada hakikatnya mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Namun pihaknya menyayangkan pembangunan yang asal-asalan dan terkesan tidak efisien dan diada-adakan.

“Dalam konteks mendukung pembangunan ekonomi, PP KAMMI sangat mendukung hal tersebut terjadi. Akan tetapi pembangunan yang asal – asalan dan terkesan tidak efisien lalu diada-adakan terus akan KAMMI kritik dengan keras. Kenapa memangkas jarak yang bisa masih bisa ditempuh 2,5 jam dengan kereta regular yang terbilang masih singkat, dibandingkan jarak tempuh lain. Jauh lebih efisien Jokowi membangun Kereta Cepat Jakarta – Surabaya.” Pungkas Barri.

Tags: