Kebenaran Dan Penjara

Sumber : Google.com

Apa yang lebih puitis selain berbicara tentang kebenaran? Apa yang lebih heroik selain lantang berdiri memperjuangkan sebuah kebenaran? Lantas, apakah banyak orang yang memiliki garis ideologi kebenaran? Rasanya tak banyak yang berani mengatakan kebenaran walaupun pahit menjadi teman setianya. Dan tentu tak akan mudah untuk manusia-manusia yang memperjuangkan kebenaran di Negeri Tirani yang penuh dengan tipu daya ini.

Jika mengatakan kebenaran itu pahit, tetapi kenapa masih ada manusia yang menjadi pejuangnya? Kenapa masih berdiri lantang para pejuang yang berani untuk ditikam penguasa? Apakah mereka itu bodoh? Atau, apakah mereka lebih mencintai kebenaran dibanding dirinya sendiri?

Memang, karakeristik dari memperjuangkan sebuah kebenaran itu menyakitkan. Jalannya sepi, sedikit orang yang memperjuangkan kalimat kebenaran. Begitu sulit medan perjuangannya. Bahkan, perjuangan itu pun tak menjamin benih-benih pujian seperti pahlawan.

Sejarah bangsa ini adalah risalah seonggok manusia yang menggoreskan tinta-tinta kebenaran. Kita tentu tau bagaimana perjuangan Founding Father Bangsa, Soekarno dan Hatta, melawan kolonialisme dalam menegakan sebuah kebenaran akan hak kemerdekaan suatu bangsa. Tak jarang, penjara menjadi tempat singgah setia untuk mereka.

Mungkin kita pernah mengetahui literasi kisah sejarah seorang Hamka yang merasakan dinginnya lantai penjara di era Soekarno tanpa terlebih dahulu melalui proses pengadilan. Hingga buku-buku karya Hamka dilarang untuk beredar. Begitu beratnya perjuangan Hamka untuk mengutarakan gagasan kebenarannya. Lantas, tau kah ketika Soekarno meninggal? Seorang Hamka lah yang menjadi imam shalat jenazahnya. Ikhlas, tanpa rasa dendam. Sungguh indah memperjuangkan kebenaran.

Tak berhenti di sana. Di era otoriter dan militerisme rezim Soeharto, banyak aktivis mahasiswa yang merasakan penjara hingga hilang tanpa kabar karena memperjuangkan kebenaran. Lalu, apakah kebenaran identik dengan lantai penjara? Dan apakah orang yang merasakan dinginnya penjara karena membela kebenaran adalah orang yang salah?

Jika “Negeri Tirani Hari Ini” begitu menolak adanya sebuah kebenaran, maka berapa jumlah penjara-penjara baru yang akan disiapkan? Apakah penjara mampu melenyapkan semangat manusia-manusia yang akan lantang berdiri mengatakan kalimat kebenaran?

Jika sejarah bangsa ini adalah sejarah tentang sebuah perlawanan, maka akan selalu ada manusia yang menjadi aktor laganya. Jika kebenaran belum tegak berdiri di Bumi Pertiwi ini, maka semangat perlawanan untuk kebenaran itu akan selalu menggema. Dan walaupun bilik-bilik penjara begitu kokoh mengurung jiwa-jiwa pejuang kebenaran, tak akan pernah muncul sedikitpun rasa untuk mundur, menjadi pengecut, dari barisan kebenaran. (fa)

Rate this article!
Kebenaran Dan Penjara,5 / 5 ( 1votes )