Kepung MK, BEM SI Wilayah Jabodetabek Banten Tolak Revisi UU MD3

Dokumentasi Pribadi

Rabu (14/03) BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten melakukan aksi penolakan terhadap revisi UU MD3. Ratusan mahasiswa dari kampus yang tergabung dalam BEM SI wilayah JABODETABEK Banten mendatangi gedung Mahkama Konstitusi.

Aksi dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan melakukan longmarch dari patung kuda Monas menuju depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Longmarch dilakukan sembari masa aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Totalitas perjuangan, dan orasi-orasi oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus yang hadir.

Aksi BEM SI kali ini membawa dua point tuntutan. Pertama, mendesak Mahkamah Konstitusi segera membatalkan pasal 73 Ayat (3) dan Ayat (4) huruf a dan c, pasal 122 huruf k, pasal 245 ayat 1 (1) UU MD3. Kedua, menolak implementasi pasal 73 ayat (3) dan ayat (4) huruf a dan c, pasal 122 huruf k, pasal 245 (1) UU MD 3.

Mohammad Wildan Habibi selaku Koordinator BEM SI wilayah Jabodetabek-Banten menyampaikan bahwa revisi UU MD3 yang dilakukan oleh DPR merupakan wujud anti kritiknya lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Mahasiswa menilai bahwa, menuju 20 tahun pasca reformasi, seharusnya negara ini semakin dewasa untuk menjamin kualitas demokrasi. Namun, adanya revisi UU MD3 ini dinilai sebagai alat oleh DPR untuk menjauhkan rakyat dengan wakil rakyat.

UU MD3 yang disahkan pada tanggal 12 februari 2018 merupakan sebuah kemunduran demokrasi di negeri ini. Maka sudah menjadi keharusan, mahasiswa bergerak untuk menolak revisi UU MD3 tersebut. Tidak hanya itu, seharusnya DPR fokus dengan setumpuk pekerjaan mengurusi rakyat dibanding menjadikan DPR sebagai lembaga super power yang tidak bisa disentuh oleh kritik dan hukum.