Munas BEM SI ke-XI: Konsisten sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Sumber : https://www.instagram.com/munasbemsixi/

Narasi gerakan mahasiswa akan senantiasa berlanjut dalam bentuk episode perjuangan. Pembawa tongkat estafet perjuangan telah berganti, sebagai upaya penyegaran semangat darah muda yang membara. Lebar perjuangan kembali dibuka guna menegakan marwah Indonesia.

Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (Munas BEM SI) ke-XI diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Riau, pada 18-23 Februari 2018. Musyawarah ini merupakan sebuah jawaban sekaligus ikhtiar dalam merumuskan gagasan mengembalikan kedaulatan rakyat, yang hari ini telah dirampas oleh sistem pemerintahan yang tidak mencerminkan semangat kerakyatan.

Berkumpulnya mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk membahas nasib bangsa, ibarat sebuah angin segar di tengah kegagalan penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat. Usia Republik Indonesia semakin menua, namun perbaikan belum terasa.

Ketika pergerakan mahasiswa dianggap kerdil dan penguasa semakin mencengkeram hak-hak publik, melemahkan kritik, momentum Munas BEM SI muncul sebagai bentuk konsistensi arah gerak mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintahan dalam membangun Indonesia yang berkeadilan.

Selain melakukan konsolidasi gerakan, dalam musyawarah juga ditetapkan penerus perjuangan BEM SI. Amanah sebagai Koordinator Pusat BEM SI 2018 telah diwariskan kepada KM ITB, Ahmad Wali Radhi melanjutkan estafet perjuangan. Ditetapkan pula koordinator untuk 10 bagian wilayah, koordinator untuk 10 bidang isu, Koordinator Media dan Koordinator Forum Perempuan. Pembagian tugas ini bertujuan agar pergerakan dapat terfokus pada tiap daerah penugasan, serta sebagai wujud pembuktian bahwa mahasiswa tidak main-main dalam mengawal pemerintahan.

Berikut adalah hasil pembagian penugasan dalam Munas BEM SI ke-IX.

  • Koordinator 10 Wilayah.
  1. UIN SUSKA RIAU sebagai Koordinator Wilayah Sumbagut.
  2. Universitas Bengkulu sebagai Koordinator Wilayah Sumbagsel.
  3. Universitas Negeri Jakarta sebagai Koordinator Wilayah BSJB.
  4. Universitas Pendidikan Indonesia sebagai Koordinator Wilayah Jawa Barat.
  5. Universitas Brawijaya sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur.
  6. Universitas Sebelah Maret sebagai Koordinator Wilayah Jawa Tengah-DIY.
  7. Universitas Tanjungpura sebagai Koordinator Wilayah Kalteng-Bar.
  8. Univeristas Mulawarman sebagai Koordinator Wilayah Kaltim-Sel.
  9. Universitas Mataram sebagai Koordinator Wilayah Balinusra.
  10. Universitas Musamus sebagai Koordinator Wilayah Papua.
  • Koordinator 10 Bidang Isu
  1. Institut Pertanian Bogor sebagai Koordinator Isu Pertanian.
  2. Politeknik Negeri Bandung sebagai Koordinator Isu Infrastruktur.
  3. Universitas Syiah Kuala sebagai Koordinator Isu Lingkungan.
  4. Universitas Indonesia sebagai Koordinator Isu Kedaulatan Hukum dan Demokrasi.
  5. Universitas Riau sebagai Koordinator Isu Energi dan Minerba.
  6. Universitas Diponegoro sebagai Koordinator Isu Maritim.
  7. Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Koordinator Isu Pendidikan Dasar dan Menengah.
  8. Institut STIAMI Jakarta sebagak Koordinator Isu Ekonomi.
  9. Universitas Jenderal Soedirman sebagai Koordinator Isu Pendidikan Tinggi.
  10. Universitas Andalas sebagai Koordinator Isu Kesehatan.
  • Koordinator Media : STEI Tazkia
  • Koordinator Forum Perempuan : UNILA

Hadirnya aliansi BEM SI di tengah kondisi negara yang tidak menentu, mengisyaratkan bahwa peran mahasiswa sebagai agent perubahan tidak boleh dipandang sebelah mata. Sejarah telah mencatat bahwa risalah negara ini tidak lepas dari peran mahasiswa.

Tags: