Passion = Transforming Your Hobby Into Meaningful Creations

Sumber Gambar: Google

Seringkali kita dengar orang berkata bahwa jika ingin sukses maka harus mengikuti passion. Sebenarnya apa itu passion? Lalu, gimana kalau sampai detik ini masih galau belum menemukan passion? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini seringkali menghantui para mahasiswa yang telah lulus menjadi seorang sarjana dan pemburu kerja, bahkan yang sudah bekerja sekalipun. Kebanyakan dari mereka bingung mau melakukan apa setelah menggondol gelar.

Passion. Satu kata yang konon bisa menjamin kesuksesan. Tak perlu bekerja di perusahaan besar atau bergengsi. Selain lebih menyenangkan, banyak orang percaya kalau bekerja sesuai passion dapat mengurangi stress. Wah, siapa yang engga mau bekerja tanpa stress?! Walaupun dikejar deadline, dimarahi atasan, pekerjaan menumpuk, tetap terasa menyenangkan karena bekerja sesuai passion. Hmm.. Betapa menyenangkan.

Sebelum kita membahas lebih jauh, kalian tahu tentang Bill Gates? Salah satu orang terkaya di dunia dan penemu Microsoft. Bill Gates saat itu kuliah di Harvard dengan jurusan hukum dan terkenal sebagai mahasiswa yang jenius malah meninggalkan kuliahnya dan melamar pekerjaan yang berhubungan dengan komputer sesuai kesenangannya, sampai akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak. Kisah Bill Gates menunjukkan bahwa aktivitas yang tadinya hanya sekedar hobi dengan tekad yang kuat dan pengorbanan dapat berujung kesuksesan yang nyata.

 

Sebagian besar dari kita salah kaprah tentang arti passion. Kebanyakan kita menganggap passion sama dengan hobi sebagai suatu hal yang disenangi atau dicintai. Ada yang senang membaca, berenang, wisata kuliner, travelling, fotografi, dan lain-lain. Namun hal itu bukanlah passion, hanya sekedar hobi. Hobi adalah kegiatan yang kita sukai dan dilakukan di waktu senggang. Sedangkan passion tidak dilakukan di waktu luang. Passion dilakukan terus menerus, menjadi kebiasaan, dan selalu mengusik pikiran kita. Jika kamu memiliki passion terhadap sesuatu, maka kamu akan melakukannya tanpa kenal lelah. Inilah bedanya dengan hobi. Hobi dilakukan di waktu senggang, sedangkan passion adalah totalitas tanpa batas. Hobi jika dilakukan akan timbul kesenangan, tapi jika tidak dilakukan pun ya tidak apa-apa. Passion ketika dilakukan akan menimbulkan senang serta enjoy, dan kalau tidak dilakukan terasa kosong, hampa, dan seperti ada yang kurang.

And then, what is your passion? Memang sangat menyebalkan bila seseorang berkata, “just follow your passion!”. Hmm.. iya kalau tahu passion nya apa. Kalau engga tahu, lantas harus gimana? Nah, ini tips sederhana untuk kamu yang masih galau menemukan passion.

Hobi dan passion sama-sama berwujud sesuatu yang membuat kita senang. So, Young Readers, buat kamu yang masih sulit menemukan apa passion kamu dan bingung passion itu seperti apa, just transform your hobby into meaningful creations! Passion mengarahkan kita untuk menghasilkan suatu karya. Misalkan, kamu memiliki hobi berselancar di internet selama berjam-jam. Kalau kamu browsing yang tidak berguna tentunya tidak akan menghasilkan apapun. Namun jika kamu membuat usaha online shop tentunya selain bisa menyalurkan hobi, kamu juga dapat keuntungan. Contoh klasik yang sukses karena hobi atau keahliannya adalah Bruce Lee. Dia hobi dan ahli kungfu, sampai akhirnya dia menjadi aktor laga kungfu legendaris sepanjang masa. Bahkan, sampai sekarang kita masih bisa menikmati laga-laga Bruce Lee. Nah, tanpa karya yang produktif, maka hobby will be just hobby. Mungkin benar kalau ada pendapat, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar.

Sumber Gambar: Google

Lalu, timbul pertanyaan kalau hobinya sering berubah atau tergantung mood, passion-nya gimana? Ah, sulitnya menemukan passion. Tapi tak perlu disesali ataupun dipikirkan lama-lama. Seperti kata Hunter S. Thompson: Anything that gets your blood racing is probably worth doing. Ikuti saja kata hatimu. Lama-lama kamu akan menemukannya juga.

Sebagai penutup tulisan ini, kamu tidak perlu takut, iri, apalagi dengki jika melihat kesuksesan orang lain. Kenapa? Karena Allah SWT sudah menciptakan panggung keberhasilan untuk setiap diri kita masing-masing. Setiap dari kita juga memiliki zona waktu sendiri. Kita memiliki passion yang unik, dan jadilah diri sendiri dengan mengasah passion untuk menjadi pribadi yang berkilau dan tak ternilai harganya. (lm)