Pemilu 2019 Tentukan Masa Depan Bangsa

Sumber : Google.com

(Oleh : Sayyidah Ummu Syahidah (Mahasiswi STEI SEBI Depok))

Tahun 2019 mendatang merupakan pertarungan politik habis habisan bagi seluruh partai politik di Indonesia. Berawal dari pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018 di berbagai daerah. Pilkada tahun ini merupakan cerminan peta politik pilpres 2019 mendatang. Terutama dilima (5) provinsi dengan suara terbanyak yang akan menjadi pondasi awal kemenangan pada pilpres 2019 mendatang. Kelima provinsi tersebut yaitu Jawa Barat 31,7 juta pemilih; Jawa Timur 30,1 juta pemilih; Jawa Tengah 27 juta pemilih; Sumatera Utara 9 juta pemlih; dan Sulawesi Selatan 6 juta pemilih (TEMPO.CO).

Seluruh partai politik berlomba lomba menarik simpati rakyat di berbagai daerah. Mereka sangat terobsesi dengan kemenangan pada pilkada 2018 demi mendapat suara terbanyak di pilpres tahun 2019. Bagaimana tidak pilkada tahun 2018 adalah pilkada terakhir yg dilaksanakan. Karena menurut Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro pemilu di Indonesia kedepannya akan dilaksanakan serentak pada tahun 2024 mendatang, baik kepala daerah, calon anggota legislatif, maupun presiden.

Total keseluruhan pemilu 2024 tersebut akan memilih sebanyak 34 gubernur, 504 bupati/wali kota, dan hampir 3000 anggota DPRD provinsi serta hampir 16000 anggota DPRD kabupaten/kota. Sedangkan di beberapa daerah terdapat kepala daerah yang masa jabatannya telah habis sebelum tahun 2024. Disanalah pokok permasalahan yang ada, alasan berbagai partai politik berlomba lomba mendapatkan suara terbanyak pada pilpres 2019.

Kekosongan kepemimpinan kepala daerah dari tahun 2019 hingga 2024 mendatang akan diisi oleh pejabat (plt) yang telah dipilih oleh Menteri Dalam Negeri atas persetujuan Presiden. Hal tersebut dapat menjadi ajang bagi partai pendukung presiden saat itu untuk memilih pejabat pengganti kepala daerah sementara (plt) yang bermanfaat bagi partai pendukung presiden saat itu. Bermanfaat dalam hal ini yaitu pro terhadap kebijakan presiden saat itu serta dapat membantu menaikkan elektabilitas partai pendukung presiden saat itu serta bakal calon kepala daerah dan bakal calon presiden pada periode berikutnya.

Jika dilihat dari sisi positif ini merupakan ujian bagi presiden terpilih pada tahun 2019 untuk tetap bersikap netral tanpa memihak pada pihak manapun termasuk partai pendukung. Untuk itu sebagai masyarakat tentunya kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. Dan sebagai pemimpin tentunya harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat.

Tags: