Satu Semester Berlalu, Bagaimana Kuliahmu, Mahasiswa Baru?

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

 

Hai, Mahasiswa Baru! Masih berpikir dunia kuliah seindah FTV pagi?

Serasa baru kemarin kamu mengerjakan seabrek tugas dari senior di masa orientasi kampus sebagai mahasiswa baru, kini sudah satu semester terlewati. Jika kamu mengetahui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pertamamu dan hasilnya belum memuaskan, maka bisa jadi belum berubahnya pola pikirmu yang masih sebagai siswa adalah penyebabnya. Padahal ada tambahan kata ‘maha’ di statusmu sekarang. So, it’s not too late to change to be a better college student!

Pertama, patut kamu sadari bahwa meskipun secara praktis tugasmu masih sebagai pelajar, perbedaan sebutan ‘siswa’ dan ‘mahasiswa’ pastilah beralasan. Maha yang berarti sesuatu yang lebih tinggi tingkatannya, sedangkan siswa adalah pelajar atau seseorang yang menuntut ilmu. Nah, faktor-faktor di bawah ini patut dijadikan pertimbangan jika kamu ingin memperbaiki IPK di semester depan.

 

1. Kamu masih menganggap dosen = guru

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

 

Meskipun tugas dosen dan guru adalah sama yaitu untuk mengajar dan membimbingmu dalam memahami pelajaran, tapi kamu akan merasakan perlakuan yang berbeda dari keduanya. Ada perubahan besar yang akan kamu alami karena peran dosen lebih dan bukan hanya sekedar mendiktekan pelajaran padamu. Tinggalkan pikiran sempitmu yang beranggapan kalau untuk belajar, kamu hanya tinggal menunggu pengajar menjabarkan dengan rinci materi di depan kelas lalu dengan sabar menerangkannya berkali-kali hingga kamu mengerti. Apakah kebanyakan dosenmu memperlakukanmu seperti itu? Jika jawabanmu tidak, maka sekali lagi, selamat datang di dunia perkuliahan yang sesungguhnya!

Jika di awal mata kuliah dosenmu terlebih dahulu menjabarkan kontrak kuliah, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu sudah benar-benar menaatinya? Kontrak kuliah yang sudah disepakati di awal membuat dosenmu tidak akan repot menanyakan sedikitnya presentase kehadiranmu di kelas atau menanyakan tugasmu yang belum juga terkumpul di saat sudah lewat tenggat waktu. Jadi, jika ternyata kamu belum mematuhi kontrak kuliah dengan baik, maka otomatis dosen akan memutuskan kamu gagal/tidak lulus dalam mata kuliahnya. Dan sudah pasti hal tersebut akan sangat mempengaruhi IPK-mu.

 

2. Kegiatan belajarmu masih sebatas di ruang kelas

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

Sekali lagi, singkirkan pola pikirmu yang beranggapan bahwa belajar hanya bisa dilakukan di kelas. Lebih dari itu, di universitas kamu akan menemukan banyak tempat untuk belajar. Manfaatkan fasilitas kampus seperti perpustakaan, baik perpustakaan fakultas maupun perpustakaan utama kampus. Kamu juga dapat menggunakan laboratorium (jika jurusan kamu mempunyainya) dimana kamu bisa bereksperimen untuk membuktikan suatu teori atau bahkan menemukan hal-hal baru di ranah ilmumu. Tak sebatas itu saja, kamu juga bisa belajar di luar kampus untuk menerapkan ilmu yang kamu dapat dari dosenmu.

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pun dapat kamu ikuti sebagai salah satu proses belajarmu. Kamu akan belajar banyak dari proses pembuatan PKM yang menuntut kamu untuk membaca lebih banyak literature dan bertanya pada dosenmu. Selain PKM, lomba essay atau sejenisnya juga berperan sama. Hadiah dan sertifikat sebagai reward pun juga tak salah apabila kamu jadikan sebagai motivasi. Tapi ingat ya, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat jauh lebih bernilai!

 

3. Kurangnya inisiatifmu

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

 

Catat, ya! Di universitas, kamu harus lebih peka dan inisiatif. Misalnya, masih berkesinambungan dengan poin pertama, jika kamu sudah mengetahui materi-materi yang akan dipelajari selama satu semester di kontrak kuliah, maka kamu harus berinisiatif untuk mempelajari materi-materi tersebut sendiri dari buku, jurnal, maupun artikel di internet. Jangan menunggu dosen menerangkannya, tapi mulailah untuk mandiri dalam belajar! Jika ada bagian yang belum kamu mengerti dari suatu materi, barulah kamu bisa menanyakannya pada dosenmu. Jadi tatap muka di kelas sebaiknya diisi dengan lebih banyak bertanya bagian-bagian sulit daripada memulai dari dasar, cara tersebut akan lebih efisien dan efektif dalam memahami suatu materi.

 

4. Efektifkan waktu

Sumber Gambar: Google

Sumber Gambar: Google

 

Tidak seperti sekolah yang mempunyai jam masuk dan pulang yang teratur dan cukup panjang setiap harinya, di universitas kamu akan menemui jam-jam kosong. Maka manfaatkanlah jam-jam kosong tersebut dengan bijak. Misalnya, ketimbang sekedar berkumpul dengan teman-teman sambil mengobrol tak tentu arah saat menunggu jam kuliah berikutnya, maka lebih baik kamu membahas materi perkuliahan atau mengerjakan tugas bersama. Cobalah untuk belajar kelompok di perpustakaan atau ruang-ruang terbuka kampus untuk mencari suasana baru.

Hindari pula belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) saat masa ujian. Persiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari sehingga semua materi kuliah akan mampu kamu kuasai. Secara psikologis, SKS juga akan membuat kamu merasa tertekan karena sedikitnya waktu belajar yang tersisa dengan seabrek materi yang harus kamu pelajari.

 

Masih banyak lagi faktor yang belum dibahas di artikel ini, tetapi semoga kamu sedikit tergerak atau bahkan mulai mengubah pola pikirmu. Tapi yang perlu kamu ingat juga, jika kuliahmu hanya untuk mengejar nilai atau IPK, maka akan menjadi sangat sempit output dari pendidikan. Jadikan masa kuliahmu sebagai simulasi dunia pasca kampus.

Menjadi mahasiswa merupakan salah satu cara mempersiapkan diri untuk menjadi seorang individu yang akan terjun dan berkontribusi di masyarakat, negara, maupun dunia. Kepribadian, pola pikir, dan intelektualitasmu wajib diasah. Kamu dituntut untuk peka terhadap permasalahan sosial lalu mencoba menemukan solusinya dengan ilmu yang telah kamu pelajari di kuliah. Pemikiran yang kritis juga sudah sepatutnya dimiliki mahasiswa yang akan memberikan sumbangsih berupa pengaplikasian ilmu di masyarakat. (lmi)