Senator Fahira Idris Angkat Bicara Soal Batalnya Pengangkatan Guru Honorer K2 Menjadi PNS

Fahira-IdrisKanalMahasiswa.Com – Rencana guru honorer kategori K2 untuk mendemo Presiden Jokowi secara besar-besaran pada tanggal 10 Februari 2016 dengan agar diangkat menjadi CPNS mendapatkan tanggapan dari anggota DPD RI Fahira Idris.

 

Sebagaimana yang telah dilansir oleh JPPN (Rabu, 3 Februari 2015), Fahira menyatakan bahwa kemampuan keuangan negara yang tidak mencukupi untuk membiayai honorer K2 menjadi CPNS adalah alasan klasik. Seharusnya pemerintah sejak awal sudah punya solusi mensiasati persoalan ini.

 

Apalagi, sebenarnya pada RAPBN 2016 terdapat alokasi anggaran untuk pengangkatan guru honorer, dan DPR telah setuju. Tapi entah apa alasannya, mata anggaran itu tak ada di APBN 2016.

 

“Artinya anggaran tersedia, tetapi diprioritaskan buat yang lain. Presiden harus mampu jelaskan ini. Pembangunan infrastruktur penting, tetapi pembangunan manusia lewat pendidikan jauh lebih penting,” tegasnya.

 

Fahira menilai pemerintah wajib menjelaskan alasan dicoretnya mata anggaran tersebut dari APBN. Fahira sendiri tidak membayangkan program apa yang lebih penting dan mendesak daripada nasib para guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi untuk negara.

“Dan para guru honorer ini adalah salah satu tulang punggung pembangunan manusia itu. Pemerintah harus bisa pilah prioritas. Saat ini pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS terutama tenaga guru adalah prioritas,” sambung Fahira.

 

Terkait soal benturan regulasi, Fahira berpendapat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden punya ‎diskresi untuk pengangkatan honorer K2.

 

“Presiden bisa keluarkan Perpres. Saya rasa Parlemen (DPR dan DPD) akan mendukung itu. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran. Dengan begini, anggaran pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS terutama tenaga guru bisa dimunculkan lagi dalam RAPBN Perubahan 2016,” demikian Fahira.

 

 

Tags: