Tahun Baru Belum Meninggalkan Tradisi Lama

kembang-api_20161231_171702Sumber : Google

Masyarakat dunia seakan tidak bisa lepas dari tradisi perayaan malam tahun baru. Dahulu beberapa masyarakat di negara tertentu merayakan tahun baru dengan cara berdo’a dan memiliki ritual tersendiri sesuai dengan adat atau tradisi mereka. Berbeda dengan sekarang, euforia pergantian tahun baru hampir sama di seluruh belahan dunia. Hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang-pedagang terompet serta kembang api menjajakan dagangan mereka di pinggir jalan atau toko-toko. Perayaan malam tahun baru sekarang ini biasanya dilakukan dengan berkumpul bersama orang terdekat untuk menanti pergantian tahun. Tak jarang pula mereka berkumpul di tempat terbuka dan memilih kembang api serta terompet untuk memeriahkan tahun yang berganti. Tetapi sayangnya tak banyak masyarakat yang peduli terhadap bahayanya kembang api bagi diri sendiri dan juga lingkungan.

Kita ambil contoh kejadian yang pernah terjadi pada pergantian tahun 2011 di Arkansas, Amerika Serikat dimana telah menewaskan sekitar 5.000 burung jenis Blackbird. Kematian tersebut dikarenakan burung mengalami disorientasi, sehingga burung-burung tersebut terbang ke segala arah. Selain itu kembang api juga berdampak buruk bagi perairan. Apabila debu-debu sisa pembakaran kembang api yang jatuh dari langit turun di sungai atau penampungan air, maka air tersebut tidak dapat diminum. Mengapa? Hal ini dikarenakan kembang api mengandung perklorat.

Tak hanya itu, sampah-sampah sisa perayaan tahun baru juga cukup meresahkan. Seperti berita yang pernah dilansir oleh detik.com, di Jakarta saja total sampah yang ditinggalkan setelah pergantian tahun 2017 hampir mencapai 225 ton sampah dimana 80 persen didominasi oleh sampah  plastik, baik dari sisa makanan, terompet maupun kembang api yang dibuang sembarangan.  Sungguh hal ini cukup menyedihkan, meskipun tahun telah berganti sayangnya tradisi yang dapat merusak lingkungan ini masih ada dan nampaknya akan terus lanjut.

Entah sampai kapan tradisi ini akan terus berlanjut, padahal masih banyak kegiatan-kegiatan lebih bermanfaat lainnya yang dapat dilakukan untuk menyambut pergantian tahun. Seperti mengoreksi diri dari tahun sebelumnya, memanfaatkan waktu libur akhir tahun dengan berkumpul bersama keluarga besar tanpa perlu menyalakan kembang api dan meniup terompet yang berdampak  buruk bagi lingkungan. (nfo)

Tags: