Tips Sukses Akademik Dengan IPK Cumlaude Siapa Gak Mau?

keep-calm-and-cum-laude-KanalMahasiswa.Com – Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentunya mengharapkan sebuah kelulusan dengan IPK yang tinggi dan menyandang gelar tertentu. Dihadapan orangtuanya, mereka akan sangat bangga dengan predikat cumlaude  yang tertera di ijazahnya.  IPK yang tinggi dapat menunjukkan bahwa seorang mahasiswa telah sukses secara akademik. Sukses dalam akademik tentunya menjadi impian bagi setiap mahasiswa.

 

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan IPK cumlaude bagi mahasiswa, penulis yang saat ini menjadi dosen dahulu pernah berpengalaman mendapatkan IPK cumlaude dan sekaligus pernah menjadi ketua BEM. Berikut ini adalah tipsnya :

 

  1. Kenali lingkungan akademikmu

Kampusmu merupakan lingkungan akademikmu. Sebagai laboratorium mahasiswa, kampus dapat menjadi tempat untuk mencoba menyelesaikan problematika di sekitarnya. Sumber daya yang berlimpah menjadikan kampus sebagai tempat andalan untuk menuntut ilmu. Kamu bisa berkumpul bersama teman-teman untuk diskusi, pergi ke perpustakaan untuk membaca serta menuju ruang dosen untuk mendapatkan bimbingan. Kenali lingkungan akademikmu sehingga kamu tahu bagaimana mengoptimalkan kehadiranmu di kampus. Ruang kelas, perpustakaan, halaman masjid bahkan lorong dan pohon rindang adalah lingkungan akademikmu. Kenali potensi lingkunganmu sehingga kamu tahu harus pergi ke mana untuk mendapatkan IPK Cumlaude.

 

  1. Kenali dosen dengan cara yang tepat

Biasanya kampus ingin nilai akreditasi baik maka kampus juga tidak ingin mahasiswa lama lulusnya. Jadi berdasarkan pengalaman dari banyak mahasiswa, jika kamu ingin mendapat nilai A atau B, kamu cukup rajin masuk kelas, kerjakan tugas, UTS dan UAS dengan benar serta dikenal baik oleh dosen.

 

Di sisi lain, dosen juga manusia, punya rasa, punya hati. Manusia pada dasarnya punya sisi objektif dan subjektif. Jika kamu ingin mendapatkan IPK cumlaude, maka kamu harus berusaha memenuhi kriteria objektif dan subjektif bagi tim penilai (dosen). Nah, biasanya kriteria subjektif yang paling sulit dipenuhi. Untuk yang satu ini kamu harus mengenali dosen yang mengajar. Masing-masing dosen punya cara menilai yang berbeda, ada yang harus dipuji, diajak diskusi atau dikenali. Paling tidak kamu kenal dengan baik dosen yang mengajar. Penulis sendiri rajin bersilaturahim dengan diskusi, memberikan hadiah atau mengucapan selamat ulang tahun ke dosen dan civitas akademika. Biar ga kena gratifikasi atau dianggap KKN, kamu harus ikhlas melakukannya serta tidak pilih kasih.

 

  1. Ikutilah kegiatan kampus

Organisasi tentu sangat bermanfaat untuk akselerasi kompetensi saat menjadi mahasiswa. Di saat orang lain diam terhadap permasalahan, aktivis mahasiswa selalu punya solusi terdepan. Mereka yang berusaha menyelesaikan masalah orang lain biasanya akan dipermudah menyelesaikan masalah pribadinya. Organisasi membuat pribadi kamu menjadi lebih percaya diri dan mudah beradaptasi. Jaringan yang di dapat dalam berorganisasi sangat bermanfaat untuk masa depan profesimu. Aktiflah dalam organisasi yang dapat membawamu kepada kebaikan!

 

  1. Hindari absen masuk kelas

Hal sepele namun seringkali terlupa. Mahasiswa yang sudah memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang begitu padat biasanya kesulitan untuk hadir di ruang kelas. Padahal ruang kelas adalah waktu khusus di mana kamu bisa belajar dari ahlinya. Kalo memang dosen kamu tidak dapat menjelaskan materi dengan baik, paling tidak kamu bisa memanfaatkan waktu di kelas untuk belajar dari teman, buku ataupun internet. Kamu bisa mendapat informasi penting tentang akademik di ruang kelas, belajar dari yang sudah pandai tentu akan membuat kamu belajar dalam waktu singkat. Jangan lupa, biasanya presensi menjadi bagian dari penilaian dosen dalam mata kuliah yang diampu.

 

Rencanakan dengan baik akademikmu, karena kebaikan yang terorganisir dapat mengalahkan dosen killer yang tidak terorganisir.

Oleh : Muhammad YS

 

Nantikan tips seputar akademik berikutnya hanya di KanalMahasiswa.Com

 

 

Tags: