Tolak Penggusuran Warga Kampung Laskar, 8 Mahasiswa UNJ Di Ciduk Polisi

WhatsApp Image 2018-01-29 at 15.21.10

Senin (29/01), sekitar pukul 10.18 WIB, berita mengejutkan datang dari Kampung Lasar yang berada persis di sebelah Universitas Negeri Jakarta. Lokasi tersebut dijaga oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang sedang melakukan penggusuran akibat sengketa tanah.

Mendengar hal tersebut BEM UNJ bergegas menuju lokasi guna mengetahui kondisi disana. Setelah diselidiki ditemukan beberapa hal yang ganjil, diantaranya warga Kampung Lasar diketahui memiliki sertifikat Hak Milik serta adanya ketidaksesuaian isi surat perintah dengan lokasi yang dituju. Ketidaksesuaian tersebut terletak pada nomor RW, dimana dalam isi surat perintah dituliskan Kampung Laskar berlokasi di Jalan Pemuda RT 001 RW 02, sedangkan lokasi yang sebenarnya ialah Kampung Laskar berlokasi di Jalan Pemuda RT 001 RW 14.

Karena hal tersebutlah BEM UNJ melayangkan pernyataan sikap bahwa;
1. Menolak tegas eksekusi penggusuran Kampung Laskar RT 001 RW 14 tanpa dasar hukum yang jelas.
2. Mendesak BPN (Badan Pertahanan Nasional) dan lembaga terkait untuk meninjau kembali terhadap keputusan eksekusi yang telah diterbitkan.

Namun sayang, pernyataan sikap tersebut dibalas dengan ditangkapnya delapan orang mahasiswa UNJ oleh aparat kepolisian. Adapun nama-nama tersebut antara lain:
1. Moh. Wildan (Ketua BEM UNJ)
2. Ilham Mubarak (Kepala Departemen Sosial Politik BEM UNJ)
3. Rakha Ramadana (Kepala Departemen Kominfo BEM UNJ)
4. Fiko Alfantoro (Ketua BEM FE UNJ)
5. Aldi Frans (Komandan Tim Aksi Basis FBS)
6. Erfan Kurniawan (Komandan Tim Aksi Green Forces UNJ)
7. Nur Muhammad Rieziq (Mahasiswa FIS )
8. Robi (Wakil Ketua BEM FBS UNJ )

Selama perjalanan menuju polres, mahasiswa yang ditangkap dikabarkan mendapat perlakuan tidak baik. Mereka mendapatkan tendangan dan juga pukulan dari aparat kepolisian. (frz)

Tags: