Zakat dan Pengentasan Kemiskinan

Zakat sebagai rukun islam merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. Di samping itu, zakat merupakan sumber dana potensial untuk kesejahteraan umat. Zakat sebagai salah satu ajaran Islam yang memiliki dimensi sosial sangat tinggi, dapat berfungsi sebagai sarana terwujudnya solidaritas sosial, pengentasan kemiskinan, dan kegiatan sosial lainnya. Sehingga zakat dapat dikatakan memiliki potensi untuk memberantas kemiskinan.

Perhatian Islam terhadap pengentasan kemiskinan dan fakir miskin tidak dapat diperbandingkan dengan agama samawi dan aturan ciptaan manusia manapun, baik dari segi pengarahan maupun dari segi pengaturan dan penerapan. Semenjak fajarNya baru menyingsing di kota Mekkah, Islam sudah memperhatikan masalah sosial pengentasan kemiskinan.

Fakta sejarah membuktikan di zaman Sahabat, Ummayah, dan Abbasiyah, ekonomi umat tumbuh bila potensi zakat umat digali secara optimal. Bahkan pada zaman kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, dalam tempo 30 bulan, tidak ditemukan lagi masyarakat miskin. Karena semua muzakki mengeluarkan zakat dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif, tetapi juga produktif. Kenyataan itu seharusnya bisa kita wujudkan, agar kemiskinan yang selama ini menjadi musuh bangsa dapat segera diatasi.

Islam memandang kemiskinan merupakan suatu hal yang mampu membahayakan akidah, akhlak, kelogisan berpikir, keluarga, dan juga masyarakat. Islam pun menganggapnya sebagai musibah yang harus segera ditanggulangi. Maka dari itu setiap umat Islam didorong untuk menjadi pembayar zakat. Artinya, setiap orang diharapkan dapat mengambil bagian dalam pengentasan kemiskinan.

Pengelolaan dan pendistribusian zakat yang baik dan tepat sasaran akan memperbanyak muzakki dan mengurangi kemiskinan, serta memperkecil kesenjangan antara si kaya dan si miskin secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari penerapan kewajiban zakat fitrah. Karena, tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan harus dijabarkan dan diimplementasikan dalam kehidupan ekonomi umat.

Rate this article!